Juru Bicara KPK Johan Budi memberi keterangan pers mengenai perkembangan terbaru kasus korupsi yang ditangani KPK di Gedung KPK, Jakarta
Juru Bicara KPK Johan Budi memberi keterangan pers mengenai perkembangan terbaru kasus korupsi yang ditangani KPK di Gedung KPK, Jakarta (sumber: JG Photo)
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami laporan kasus dugaan suap oleh pengacara Lucas dari kantor advokat Lucas SH dan Patners kepada hakim di Mahkamah Agung (MA).
Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, laporan yang dilakukan oleh oleh Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) itu saat ini masih dalam proses telaah.
"Laporannya ada, masih terus ditelaah KPK," ujar Johan melalui pesan singkatnya, Selasa (7/5).
Kendati demikian, sejauh ini terang Johan, pihaknya belum memintai keterangan terkait pihak-pihak yang diduga mengetahui kasus tersebut. "Kami baru validasi laporannya," kata Johan.
Sebelumnya, pengacara Lucas dari kantor advokat Lucas SH dan Patners dilaporkan ke KPK lantaran diduga melakukan praktek suap terhadap hakim agung yang menangani kasus di MA.
Dalam laporan TPDI, pihaknya memberikan sejumlah dokumen pembukuan aliran dana dari pengacara Lucas ke hakim agung.
"Seluruh dokumen berupa catatan keuangan serta bukti pendukung lain, kita sudah serahkan," kata Ketua TPDI Petrus Selestinus saat melaporkan kasus tersebut di Kantor KPK, Jakarta, Kamis (4/4) lalu.
Petrus juga mengungkapkan, dari beberapa dokumen itu, ada nama-nama pejabat yang memiliki kedudukan penting di MA yang dilaporkan ke KPK.
Bahkan Petrus mengatakan, untuk memastikan bukti-bukti tersebut, pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada pihak pemberi suap ke para hakim itu.
"Setelah kita konfirmasi mereka juga membenarkan telah membayar. Mereka memberi berapa, terus disetorkan kemana. Nanti dari mereka disebarkan kepada siapa-siapa yang menerima," ujarnya.
Namun saat disinggung siapa hakim tersebut, Petrus enggan menyebutkan. Menurutnya biarkan KPK bekerja terlebih dahulu.
Penulis: RIS/FER
Sumber:Investor Daily