Wednesday, September 11, 2013

Mafia Hukum Pengacara Lucas SH & Oscar Sagita SH Merusak Citra dan Merugikan Aparat Penegak Hukum


http://www.rmol.co/read/2013/09/10/125123/Penyidik-Polda-Metro-Digugat-Saksi-Kunci-Suap-Pengacara-Lucas-

Penyidik Polda Metro Digugat Saksi Kunci Suap Pengacara Lucas
Selasa, 10 September 2013 , 18:07:00 WIB
Laporan: Samrut Lellolsima

ILUSTRASI/NET
  

RMOL
. Sanusi Wiradinata, saksi kunci dugaan praktek mafia hukum yang diduga dilakukan pengacara Lucas, mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) bernilai Rp 200 miliar terhadap oknum Penyidik Polda Metro Jaya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hal itu sebagaimana diungkapkan pengacara Sanusi, Petrus Salestinus dalam pernyataan tertulis yang diterima, Selasa (10/9). Gugatan itu, tercantum dalam registrasi perkara nomor: 499/Pdt.G/2013/PN.JKT.Sel  tertanggal 2 September 2013.

"Gugatan yang dilayangkan oleh SW, selain untuk mengungkap jauh praktek mafia peradilan yang dia hadapi, yang dia lihat sendiri, juga ingin meningkatkan, profesionalisme pihak kepolisian," kata Petrus.

Petrus, dalam pernyataan tertulis itu, juga menerangkan bahwa kliennya sebelumnya juga sempat memenangkan gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan, atas dugaan praktek mafia hukum yang diduga dilakukan Lucas, termasuk berkolaborasi dengan penyidik polda. Sanusi kini telah dilindungi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Dalam putusan pra peradilan, terbukti jika SW ditangkap secara tidak sah, tanpa ada surat penangkapan dan sebelum ada laporan polisi," terang dia.

Anehnya, lanjut Petrus, Sanusi malah ditetapkan sebagai tersangka hanya dalam waktu 15 menit setelah laporan polisi Reskrimum tertanggal 3 Mei 2012 dibuat oleh Saudari Safersa yusana serta tangan kanannya, Pengacara Lucas SH. Padahal saat itu, belum ada saksi yang dikorek oleh penyidik terkait laporan pemerkosaan Safersa itu. Selain itu, penyidik juga belum melakukan olah TKP atau melihat barang bukti.

Selain itu, dikatakan Petrus, dugaan terjadinya praktek mafia hukum juga terlihat dari sikap kejaksaan tinggi DKI Jakarta yang langsung menerbitkan P21, padahal seluruh petunjuk P19 yang ke-4 sama sekali tidak dipenuhi.

"Salah satu contoh jaksa meminta Pelapor Safersa diperiksa oleh dokter ahli jiwa / psikiater   dalam P19. Tapi beberapa minggu kemudian serta merta di P21. Padahal kepolisian belum memenuhi P19. Itulah gambaran sinyal kuat mafia peradilan sedang bermain," kata dia.

Ia mengatakan, dugaan adanya praktek mafia hukum yang menimpa kliennya itu, lantaran kliennya memiliki bukti dugaan suap Lucas kepada sejumlah penegak hukum, termasuk keterlibatan Lucas atas dugaan suap dalam pembebasan terpidana 15 tahun Sudjiono Timan. Karenanya, dia meminta DPR khususnya Komisi III, agar dapat mengungkap skandal mafia hukum yang diduga dilakukan Lucas.

"Kita sudah laporkan ini ke komisi III, kita harapkan dalam waktu dekat, komisi III mau memanggil Lucas, SW dan sejumlah nama yang tercatat dalam dokumen transaksi suap Lucas," demikian Petrus. [ysa]
http://www.tribunnews.com/nasional/2013/09/10/saksi-kasus-dugaan-suap-advokat-lucas-gugat-polisi

Saksi Kasus Dugaan Suap Advokat Lucas Gugat Polisi

Selasa, 10 September 2013 20:19 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saksi kunci dugaan praktik mafia hukum yang dilakukan pengacara bernama Lucas, menggugat oknum penyidik Polda Metro Jaya senilai Rp 200 miliar, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Gugatan tercantum dalam registrasi perkara bernomor 499/Pdt.G/2013/PN.JKT.Sel, tertanggal 2 September 2013.
"Gugatan yang dilayangkan 'SW', selain untuk mengungkap praktik mafia peradilan yang dia hadapi, yang dia lihat sendiri, juga ingin meningkatkan, profesionalisme pihak kepolisian," ujar Petrus Selestinus, pengacara SW, dalam keterangan pers, Selasa (10/9/2013).
SW yang kini telah dilindungi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), sebelumnya sempat memenangkan gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan, atas dugaan praktik mafia hukum yang diduga dilakukan Lucas, termasuk berkolaborasi dengan penyidik Polda.
"Dalam putusan praperadilan, terbukti SW ditangkap secara tidak sah, tanpa ada surat penangkapan dan sebelum ada laporan polisi," tuturnya.
Bahkan, menurut Petrus, terungkap pula fakta mengejutkan, bahwa SW ternyata langsung ditetapkan sebagai tersangka, hanya dalam waktu 15 menit setelah Safersa Yusana Sertana melaporkan ke Reskrimum pada 3 Mei 2012.
Safersa adalah tangan kanan Lucas. Padahal, tutur Petrus, saat itu penyidik belum memeriksa pelapor dan saksi-saksi, dan bahkan belum melakukan olah TKP atau melihat barang bukti.
Petrus menuturkan, dugaan terjadinya praktik mafia hukum juga terlihat dari sikap Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang langsung menerbitkan P21, padahal seluruh petunjuk P19 yang keempat sama sekali tidak dipenuhi.
Dugaan adanya praktik mafia hukum yang menimpa SW, papar Petrus, lantaran kliennya memiliki bukti dugaan suap Lucas kepada sejumlah penegak hukum, termasuk keterlibatan Lucas atas dugaan suap dalam pembebasan terpidana 15 tahun Sudjiono Timan.
Petrus meminta DPR, khususnya Komisi III, agar dapat mengungkap skandal mafia hukum yang diduga dilakukan Lucas.
"Kami sudah laporkan ini ke Komisi III. Kami harap, Komisi III mau memanggil Lucas, SW, dan sejumlah nama yang tercatat dalam dokumen transaksi suap Lucas," harapnya. (*)


POLHUKAM

Saksi Suap Pengacara Lucas Gugat Penyidik Polda Metro

Selasa, 10 September 2013 19:23 wib
Mustholih - Okezone
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
JAKARTA - SW, saksi kunci mafia hukum yang dilakukan pengacara Lucas, mengajukan gugatan senilai Rp200 miliar terhadap oknum penyidik Polda Metro Jaya. Gugatan itu didaftarkan per 2 September 2013 ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor registrasi perkara: 499/Pdt.G/2013/PN.JKT.Sel.

"Gugatan yang dilayangkan oleh 'SW', selain untuk mengungkap jauh praktik mafia peradilan yang dia hadapi, yang dia lihat sendiri, juga ingin meningkatkan, profesionalisme pihak Kepolisian," ujar pengacara SW, Petrus Selestinus kepada wartawan, Selasa (10/9/2013).

Namun, Petrus enggan mengungkap identitas SW yang dimaksud. Yang jelas, dia mengatakan, SW kini telah berstatus dilindungi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). SW, sebelumnya sempat memenangkan gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan atas dugaan praktek mafia hukum yang diduga dilakukan Lucas.

"Dalam putusan praperadilan, terbukti jika SW ditangkap secara tidak sah, tanpa ada surat penangkapan dan sebelum ada laporan polisi," ujar Petrus.

Bahkan, Petrus menambahkan, dalam gugatan pra-peradilan itu terungkap fakta bahwa SW ternyata segera ditetapkan sebagai tersangka hanya berselang 15 menit setelah Safersa Yusana Sertana selaku tangan kanan pengacara Lucas membuat laporan ke Reskrimum tertanggal 3 Mei 2012.

"Padahal, pada saat itu penyidik belum memeriksa Pelapor, saksi-saksi dan bahkan belum melakukan olah TKP atau melihat barang bukti," tegas Petrus seraya menduga ada praktik mafia hukum di sana.

Petrus menduga ada praktik mafia hukum yang menimpa kliennya. Alasannya, kata Petrus, kliennya memiliki bukti dugaan suap Lucas kepada sejumlah penegak hukum, termasuk dalam kasus pembebasan terpidana 15 tahun Sudjiono Timan.

Karena itu Petrus meminta Komisi III DPR dapat membuka skandal mafia hukum yang diduga dilakukan Lucas. "Kita sudah laporkan ini ke komisi III, kita harapkan dalam waktu dekat, komisi III mau memanggil Lucas, SW dan sejumlah nama yang tercatat dalam dokumen transaksi suap Lucas," terang dia.

Saksi Suap Pengacara Lucas Gugat Penyidik Polda Metro

September 10, 2013   ·   0 Comment
JAKARTA – SW, saksi kunci mafia hukum yang dilakukan pengacara Lucas, mengajukan gugatan senilai Rp200 miliar terhadap oknum penyidik Polda Metro Jaya. Gugatan itu didaftarkan per 2 September 2013 ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor registrasi perkara: 499/Pdt.G/2013/PN.JKT.Sel.
"Gugatan yang dilayangkan oleh 'SW', selain untuk mengungkap jauh praktik mafia peradilan yang dia hadapi, yang dia lihat sendiri, juga ingin meningkatkan, profesionalisme pihak Kepolisian," ujar pengacara SW, Petrus Selestinus kepada wartawan, Selasa (10/9/2013).
Namun, Petrus enggan mengungkap identitas SW yang dimaksud. Yang jelas, dia mengatakan, SW kini telah berstatus dilindungi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). SW, sebelumnya sempat memenangkan gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan atas dugaan praktek mafia hukum yang diduga dilakukan Lucas.
"Dalam putusan praperadilan, terbukti jika SW ditangkap secara tidak sah, tanpa ada surat penangkapan dan sebelum ada laporan polisi," ujar Petrus.
Bahkan, Petrus menambahkan, dalam gugatan pra-peradilan itu terungkap fakta bahwa SW ternyata segera ditetapkan sebagai tersangka hanya berselang 15 menit setelah Safersa Yusana Sertana selaku tangan kanan pengacara Lucas membuat laporan ke Reskrimum tertanggal 3 Mei 2012.
"Padahal, pada saat itu penyidik belum memeriksa Pelapor, saksi-saksi dan bahkan belum melakukan olah TKP atau melihat barang bukti," tegas Petrus seraya menduga ada praktik mafia hukum di sana.
Petrus menduga ada praktik mafia hukum yang menimpa kliennya. Alasannya, kata Petrus, kliennya memiliki bukti dugaan suap Lucas kepada sejumlah penegak hukum, termasuk dalam kasus pembebasan terpidana 15 tahun Sudjiono Timan.
Karena itu Petrus meminta Komisi III DPR dapat membuka skandal mafia hukum yang diduga dilakukan Lucas. "Kita sudah laporkan ini ke komisi III, kita harapkan dalam waktu dekat, komisi III mau memanggil Lucas, SW dan sejumlah nama yang tercatat dalam dokumen transaksi suap Lucas," terang dia.
(ded)

Saksi Suap Pengacara Lucas Gugat Penyidik Polda Metro
Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Salah satu saksi dugaan praktek mafia hukum yang dilakukan pengacara Lucas, mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) bernilai Rp 200 Miliar yang diduga dilakukan oknum penyidik Polda Metro Jaya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan itu, tercantum dalam registrasi perkara nomor: 499/Pdt.G/2013/PN.JKT.Sel  tertanggal 2 September 2013.

"Gugatan yang dilayangkan oleh 'SW', selain untuk mengungkap jauh praktek mafia peradilan yang dia hadapi, yang dia lihat sendri, juga ingin meningkatkan, profesionalisme pihak kepolisian," ujar pengacara SW, Petrus Selestinus, ketika dihubungi wartawan, Selasa (10/9).

Ia mengatakan, SW yang kini telah dilindungi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), sebelumnya sempat melakukan praperadilan, atas dugaan praktek mafia hukum yang diduga dilakukan Lucas, termasuk berkolaborasi dengan penyidik polda.

"Dalam putusan pra peradilan, terbukti jika SW ditangkap secara tidak sah, tanpa ada surat penangkapan dan sebelum ada laporan polisi," kata dia.

Bahkan, menurut Petrus terungkap pula fakta mengejutkan  SW ternyata langsung ditetapkan sebagai Tersangka hanya dalam waktu 15 menit setelah laporan polisi."Reskrimum tertanggal 3 Mei 2012 dibuat oleh Sdri Safersa yusana sertana  tangan kanan Pengacara Lucas SH, padahal pada saat itu, Penyidik BeLUM memeriksa Pelapor, saksi-saksi dan belum melakukan olah TKP atau melihat barang bukti," kata dia

Selain itu, dikatakan Petrus, dugaan terjadinya praktek mafia hukum juga terlihat dari sikap kejaksaan yang langsung menerbitkan P21.

"Salah satu contoh jaksa meminta materi yang harus disempurnakan penyidik polda, dalam P19. Tapi besoknya serta merta di P21. Padahal kepolisian belum memenuhi P19. Itulah gambaran sinyal kuat mafia peradilan sedang bermain," kata dia.

Ia mengatakan, dugaan adanya praktek mafia hukum yang menimpa kliennya itu, lantaran kliennya memiliki bukti dugaan suap Lucas kepada sejumlah penegak hukum, termasuk keterlibatan Lucas atas dugaan suap dalam pembebasan terpidana 15 tahun Sudjiono Timan.

Oleh sebab itu, Petrus pun meminta DPR khususnya Komisi III, agar dapat mengungkap skandal mafia hukum yang diduga dilakukan Lucas.

"Kita sudah laporakan ini ke komisi III, kita harapkan dalam waktu dekat komisi III mau memanggil Lucas, Sanusi dan sejumlah nama yang tercatat dalam dokumen transaksi suap Lucas," pungkas dia.


Tuesday, July 23, 2013

Bukti MAFIA HUKUM LUCAS SH & OSCAR SAGITA SH MELAKUKAN INTERVENSI Terhadap HAKIM Praperadilan

Dengan meminjam nama WANITA SIMPANAN "SAFERSA YUSANA SERTANA", Pengacara Lucas SH / Oscar Sagita diduga melakukan INTERVENSI terhadap Hakim Praperadilan dengan mengirimkan surat tertanggal 11 Juli 2013  




Hakim Praperadilan yang telah memeriksa saksi-saksi dan barang bukti secara teliti membuktikan bahwa Pemohon TIDAK TERTANGKAP TANGAN.  maka sesuai ucapan Kapolda Metro Jaya, Pengacara Lucas / Oscar Sagita yang telah dilaporkan ke KPK sebagai MAFIA HUKUM patut diduga telah memberikan suap kepada oknum polda metro jaya untuk menangkap Pemohon tanpa adanya bukti awal yang cukup.






















Putusan Praperadilan yang dimenangkan Pemohon membuktikan MAFIA HUKUM Lucas SH / Oscar Sagita SH telah merusak moral aparat penegak hukum dengan memerintahkan untuk menangkap secara TIDAK SAH.

Tuesday, July 16, 2013

Mafia Hukum Lucas SH & Oscar Sagita SH diduga penyebab Polda Metro Jaya Melakukan Penangkapan Terhadap SW secara TIDAK SAH pada tgl 3 Mei 2012

 Pada hari selasa tanggal 16 Juli 2013, Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Bapak Ari Jiwantara SH Mhum , Mengabulkan Gugatan Praperadilan PEMOHON (SW) terhadap TERMOHON (Kasat Renakta DitReskrimum Polda Metro Jaya). 

Fakta ini memperlihatkan MAFIA HUKUM Pengacara  LUCAS SH & OSCAR SAGITA SH Diduga  telah MERUSAK INSTITUSI PENEGAK HUKUM










PUTUSAN PRAPERADILAN

1. Mengabulkan Permohonan Pemohon Praperadilan sebagian

2. Menyatakan TIDAK SAH Penangkapan yang dilakukan oleh Termohon (Polda Metro Jaya) terhadap Pemohon berdasarkan Surat Perintah Penangkapan No. : Sp. Kap/694/V/2012/ Ditreskrimum, tanggal 03 Mei 2012



Monday, June 10, 2013

Mengapa Safersa Yusana Sertana / Yusan Membuat LAPORAN POLISI LP 1482/V/2012/PMJ/ Dit.Reskrimum tertanggal 3 Mei 2012?



Semua orang bertanya mengapa seorang wanita (BUKAN artis cantik) berusia 38 tahun penuh dengan berbagai penyakit,  yang sangat dicintai, dibiayai hidupnya, dibelikan barang mewah, dimanja oleh calon suaminya  yang sabar, tidak pernah emosi dan sudah pacaran selama 4 tahun bahkan tinggal bersama TEGA, secara SADIS melaporkannya dengan tuduhan Percobaan Perkosaan dengan ancaman pidana 8 tahun? Bahkan yusan berani membuat surat pernyataan BOHONG pada tanggal 9 Oktober 2012 dihadapan notaris, rekaman video yang disebarluaskan melalui internet (blog, youtube) dan puluhan media massa cetak dan elektronik.

Padahal sesuai fakta, yusan dan Terlapor sudah sangat sering melakukan hubungan badan, mandi berdua bahkan yusan masih dibiayai kehidupannya setiap bulan.

Yusan mengetahui bahwa Lucas SH sangat kuat di Polri dan Pengadilan (lihat buku catatan suap), sehingga perkara rekayasa pun akhirnya bisa disidangkan. Tapi apakah keinginan jahat manusia selalu dikabulkan oleh Tuhan ?

Simak jawabannya di bawah ini. Betapa TERLAPOR mengetahui BISNIS KOTOR (MAFIA HUKUM) Kantor Lucas SH & Partners dan memiliki BUKTI Otentik yang TIDAK bisa dibantahkan oleh siapapun. sehingga Yusan yang tentunya dihabisi oleh Lucas SH sebagai orang yang bertanggung jawab membocorkan rahasia perusahaan dipaksa untuk bertanggung jawab untuk membungkam / menghabisi PELAPOR


TANGKAP MAFIA HUKUM PENGACARA LUCAS SH DAN OSCAR SAGITA SH YANG SANGAT MERUSAK BANGSA DAN SUDAH DILAPORKAN KE KPK


2)      Blog ini diciptakan khusus untuk mengungkap sepak terjang pengacara Lucas SH dan untuk membersihkan Indonesia dari praktek Mafia Hukum

3)      Pengacara Lucas SH, Oscar Sagita, Safersa Yusana Sertana dkk dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 4 April 2013 dengan tuduhan telah melakukan tindak pidana korupsi (Mafia peradilan), Penggelapan Pajak dan Pencucian uang

4)      KUMPULAN BERITA PENGACARA LUCAS SH, Oscar Sagita SH Dkk DILAPORKAN KE KOMISI PEMBERATASAN KORUPSI (KPK) 4 April 2013

5)      Demonstran Minta KPK Tangkap dan Adili Pengacara Lucas SH

6)      Tulisan Tangan Safersa Yusana Sertana / Yusan berisi Dugaan Suap Kepada Penegak Hukum

7)      Safersa diperintahkan Pengacara Lucas SH utk Mencatat Gratifikasi kpd Hakim Agung

8)      Pengacara Lucas SH perintahkan Safersa Yusana Sertana / Yusan Catat Gratifikasi kpd Hakim Agung

 9)      Dugaan Laporan Pajak SPT FIKTIF Kantor Lucas SH & Partners beserta Group http://laporanpajakpalsu.blogspot.com/. 


10)  Advokat Oscar Sagita SH Melakukan Praktek MAFIA HUKUM / Memberikan SUAP kepada Penegak Hukum


12)  Geger Suap Petinggi Hukum - SINDO Weekly: Pengacara LUCAS SUAP Hakim-Hakim Agung dll

13)  Geger Suap Petinggi Hukum Majalah SINDO WEEKLY: Pengacara LUCAS SUAP Hakim-Hakim Agung dll

14)  TINGKAH CULAS LUCAS - Majalah AKTUAL: Pengacara LUCAS SUAP Hakim-Hakim Agung dll

15)  Majalah AKTUAL - Lucas SH, Oscar Sagita, Safersa Yusana Sertana dkk Terbukti MAFIA HUKUM


16)  Lucas SH diduga Suap Penegak Hukum dalam Perkara PT RODA MAS Baja Inti



Pengacara MAFIA HUKUM Lucas SH diduga takut untuk memberi kesaksian PALSU  di sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, karena...Lihat di http://mafiahukumlucas.blogspot.com

1.     Advokat Lucas SH akan DIJEMPUT PAKSA untuk hadiri Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

 http://www.youtube.com/watch?v=odQttg9X-QI

3.     Staff Mafia Hukum Lucas SH Bersaksi Dusta perihal lokasi pertemuan dgn Inggrit Wijaya 20 22 April 20
http://www.youtube.com/watch?v=GGfknQUSRos

4.      HAKIM PANGGIL PAKSA ADVOKAT LUCAS YANG TELAH MANGKIR 5x - PENGACARA LUCAS DIDUGA KABUR KE LUAR NEGERI


TIDAK ADA SAKSI YANG MELIHAT KEJADIAN 3 MEI 2012 di Apartemen Sudirman Park B30BH (TKP)


Perkara Nomor LP 1482/V/2012/PMJ/ Dit.Reskrimum tertanggal 3 Mei 2012




TIDAK ADA SEORANG SAKSI PUN YANG MELIHAT TERLAPOR MELAKUKAN 4 TINDAK PIDANA YANG DITUDUHKAN PADA TANGGAL 3 MEI 2012

1.       Bahwa berdasarkan Laporan Polisi yang dibuat oleh Pelapor Safersa YusanaSertana / Yusan pada tanggal 3 Mei 2012 sekitar pukul 16.00. WIB dengan tuduhanTERLAPOR diduga telah melakukan tindak pidana :  a). Perbuatan cabul (Pasal 289), b). Percobaan pemerkosaan (pasal 285 jo pasal 53 KUHP, c). Penganiayaan (pasal 351 KUHP) dan d) Perbuatan tidak menyenangkan (pasal 335 KUHP), namun TIDAK ada seorang saksi pun yang diperiksa melihat TERLAPOR melakukan tindak pidana yang dituduhkan sebagai berikut:

1.1.               Saksi ANI NURAINI security di Apartemen Sudirman Park Jakarta Pusat dalam berita acara pemeriksaan mengatakan : "Saksi tidak mengetahui dengan cara bagaimana sdr. SANUSI melakukan tindak pidana perbuatan cabul dan atau percobaan pemerkosaan dan atau penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan kepada sdri. SAFERSA"

1.2.               Saksi STANCE ANGELLY - pemilik unit/kamar B 30 BH ApartemenSudirman Park Tower B lantai 30 yang disewa oleh TERLAPOR dalam berita acara pemeriksaan mengatakan:
1.2.1.      Setelah dibukakan pintu oleh Sanusi W, saksi masuk ke dalam kamar dan ternyata di dalam kamar ada seorang perempuan yang saksi ketahui bernama SAFERSA YUSANA SERTANA
1.2.2.        Pada saat keluar unit, Sanusi W dalam kondisi mukanya keringatan dan berpakaian lengkap
1.2.3.        Kondisi korban wajahnya kelihatan seperti habis marah-marah dengan menggunakan baju warna putih

1.3.               Saksi DINIE HANA ARUMSARI Chief Customer Servise di Apartemen Sudirman Park dalam berita acara pemeriksaan mengatakan :

1.3.1.      "keadaan Sanusi sesaat keluar dari Unit B-30 BH (TKP) adalahberpakaiaan lengkap rapi tanpa terbuka (kaos polo warna kuning, celana panajng bahan warna hitam), berkeringat, wajah memerah, dan terdapat luka cakaran di kedua tangan, Saat itu Sanusi menceritakan bahwa yusan adalah calon istrinya tapi sedang bermasalah karena berselingkuh dengan Margono"
1.3.2.        Saat saksi masuk ke dalam Unit B-30 BH (TKP), selain Angel dan Ani hanya ada Yusan dengan keadaan rambut acak-acakan, menggunakan kemeja biru muda lengan pendek dan celana panjang biru tua berada dimeja makan sudah terlihat tenang.
1.3.3.        Yusan tidak pernah menceritakan apa yang terjadi di dalam Unit B-30 BH (TKP) dan yang diperbuat Sanusi

1.4.               Saksi ADE AHMAD F BIN H. ILYA Komandan Regu II di Apertemen Sudirman Park Tower A &B Jakarta Pusat dalam berita acara pemeriksaan mengatakan bahwa:
1.4.1.      Saat keluar unit Sdr Sanusi dalam kondisi muka nya keringatan dan tangan sebelah kiri merah – merah dengan menggunakan kaos berkerah warna kuning celana panjang warna abu – abu
1.4.2.      Saksi tidak melihat perbuatan cabul dan percobaan pemerkosaan dan penganiayaan.
1.4.3.      Saksi tidak mengetahui secara detail kondisi Sdri Safersa Yusana saat itu, saksi hanya melihat Sdri Safersa Yusana dalam keadaan duduk dan diam. Sedangkan baju yang digunakan Sdri Safersa Yusana adalah baju warna biru muda dan celana panjang warna biru tua

1.5.               Saksi MAGDALENA YUVI SERTANA - kakak kandung Pelapor Safersa yusana sertana, dalam berita acara pemeriksaan mengatakan bahwa: "Tindak pidana perbuatan cabul dan percobaan pemerkosaan dan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh sdr. SANUSI WIRADINATA terhadap Sdri. SAFERSA YUSANA SERTANA saksi ketahui berdasarkan cerita adik saksi (Sdri. SAFERSA YUSANA SERTANA) pada saat berada di Polda Metro Jaya sekitar pukul 16.00 WIB

1.6.                Saksi SUMARNI - Pembantu rumah tangga Safersa yusana sertana yang bekerja di sudirman park Tower B-30BK yang dimiliki oleh pelapor safersa dan berlokasi tepat di depan unit B 30BH (TKP), dalam beberapa kali pertemuan yang dihadiri saksi Adechan Thohami dan direkam, telah menandatangi Surat Pernyataan tertanggal 9 Juni 2012 yang telah diserahkan sebagai barang bukti kepada penyidik dan Surat Pernyataan tertanggal 20 Juli 2012 sebagai barang bukti kepada penyidik Laporan Polisi No. LP/2229/VI/2012/PMJ/Dit.Reskrimum Polda Metrojaya tanggal 28 Juni 2012, mengakui TELAH DIPAKSA UNTUK MEMBERIKAN KETERANGAN PALSU dalam BERITA ACARA PEMERIKSAAN antara lain disuruh mengatakan bahwa hubungan antara TERLAPOR dan Pelapor safersa hanya sebagai TEMAN, mengaku seolah-olah memanggil satpam.

Sesuai bukti rekaman CCTV yang telah disita oleh penyidik, Saksi SUMARNI TIDAK pernah keluar dari unit B 30BK sehingga TIDAK melihat kejadian tarik menarik tangan di lorong apartemen sudirman park tower B lantai 30 dan TIDAK pernah melihat seluruh keributan di dalam apartemen Sudirman park Tower B-30 BH (TKP).

Terlihat dengan jelas FAKTA dari seluruh saksi-saksi yang sudah diperiksa bahwa seluruh (4) tuduhan tindak pidana kepada TERLAPOR (a). Perbuatan cabul (Pasal 289), b). Percobaan pemerkosaan (pasal 285 jo pasal 53 KUHP, c). Penganiayaan (pasal 351 KUHP) dan d) Perbuatan tidak menyenangkan (pasal 335 KUHP) terbukti hanya merupakan tuduhan sepihak dari pelapor safersa yusana sertana saja, TANPA ada 1 orang saksi pun yang melihat atau mengetahui peristiwa tersebut

Apakah pengacara Lucas SH / Oscar Sagita dapat menyebutkan nama 1 saksi saja yang MELIHAT Terlapor melakukan (a). Perbuatan cabul (Pasal 289), b). Percobaan pemerkosaan (pasal 285 jo pasal 53 KUHP, c). Penganiayaan (pasal 351 KUHP) dan d) Perbuatan tidak menyenangkan (pasal 335 KUHP) ? Siapaa nama saksi nya?

Jadi jika di berbagai media massa, yusan / oscar sagita mengatakan ADA SAKSI. Siapa nama saksinya dan apa yang dilihat oleh saksi ini? 

1. Teriakan yusan dari dalam kamar? Itu kan biasa kalo yusan emosi sering berteriak spt itu? Setiap kali yusan orgasme atau berantem sebelum orgasme, yusan juga selalu teriak keras. Teriakan yusan TIDAK bisa dianggap sebagai BUKTI adanya tindak pidana perbuatan cabul, percobaan perkosaan, Penganiayaan (pasal 351 KUHP) atau d) Perbuatan tidak menyenangkan 

2. Saksi Angel melihat yusan pakai kemeja namun tidak pakai celana panjang dan celana dalam. Tapi apakah saksi Angel melihat siapa yang mencopot celana panjang, celana dalam yusan? Sesuai fakta, yusan yang mencopotnya sendiri.  

Apakah saksi Angel melihat Terlapor melakukan a) Perbuatan cabul? Percobaan Perkosaan? Seperti apa? Angel melihat Terlapor memakai pakaian lengkap dan sedang membukakan pintu. Sangat jauh dari posisi yusan pada saat itu yang masih KUMAT di atas ranjang utama

Apakah saksi Angel mengetahui bahwa yusan sudah ratusan kali melakukan hubungan badan dengan Terlapor dan hampir setiap hari mandi berdua selama 4 tahun pacaran dan tinggal bersama?

Kesimpulan: Semua tuduhan semata-mata karangan Yusan saja karena TIDAK ada 1 saksi pun yang melihat Terlapor melakukan perbuatan cabul, percobaan perkosaan, Penganiayaan atau d) Perbuatan tidak menyenangkan selama 50 menit bersama Yusan di dalam apartemen sudirman park B 30 BH (TKP).


Rekaman CCTV yang dipublikasikan oleh pengacara Lucas SH / Oscar Sagita SH untuk menciptakan opini yusan diperkosa BUKAN merupakan ALAT BUKTI bahwa Terlapor melakukan tindak pidana perbuatan cabul, percobaan perkosaan, Penganiayaan (pasal 351 KUHP) atau d) Perbuatan tidak menyenangkan, karena Rekaman CCTV tersebut hanya berupa tarik-menarik tangan yang terjadi di LORONG Apartemen sudirman park Tower B lantai 30 BUKAN rekaman CCTV di TKP (Apartemen sudirman park tower B-30BH)

Bahkan sekarang beredar rekaman CCTV tersebut di youtube 

Istri Advokat Oscar Sagita SH DIPERKOSA PRIA TAMPAN KAYA JENIUS hingga Orgasme berulang kali


Bagaimana berkas yang tidak lengkap bisa dianggap lengkap / P21 oleh Kejaksaan? Sesuai buku catatan keuangan kantor Lucas SH & partners yang biasa di bawa pulang oleh yusan dan dapat di lihat  di http://safersayusanasertana.blogspot.com MAFIA HUKUM Lucas SH & Oscar Sagita SH sudah TERBUKTI biasa memberikan SUAP kepada penegak hukum. Jadi sama sekali TIDAK aneh.


Jika Hukum ditegakkan sesuai KUHAP di bawah ini, maka Terlapor TIDAK bisa ditetapkan sebagai TERSANGKA karena TIDAK ditemukan 2 alat bukti. Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta TIDAK bisa menerbitkan P21 atas berkas laporan polisi yang penuh REKAYASA ini.


KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA (KUHAP) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 BAB XVI PEMERIKSAAN DI SIDANG PENGADILAN Bagian Keempat Pembuktian dan Putusan Dalam Acara Pemeriksaan Biasa

Pasal 183
Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya.

Pasal 184
(1) Alat bukti yang sah ialah:
a.keterangan saksi;
b.keterangan ahli;
c.surat;
d.petunjuk;
e.keterangan terdakwa.

(2) Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan.

Pasal 185
(1) Keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan.
(2) Keterangan seorang saksi saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya.
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak berlaku apabila disertai dengan suatu alat bukti yang sah lainnya.
(4) Keterangan beberapa saksi yang berdiri sendiri-sendiri tentang suatu kejadian atau keadaan dapat digunakan sebagai suatu alat bukti yang sah apabila keterangan saksi itu ada .hubungannya satu dengan yang lain sedemikian rupa, sehingga dapat membenarkan adanya suatu kejadian atau keadaan tertentu.
(5) Baik pendapat maupun rekàan, yang diperoleh dari hasil pemikiran saja, bukan merupakan keterangan saksi.

(6) Dalam menilai kebenaran keterangan seorang saksi, hakim harus dengan sungguh-sungguh memperhatikan
a. persesuaian antara keterangan saksi satu dengan yang lain;
b .persesuaian antara keterangan saksi dengan alat bukti lain;
c. alasan yang mungkin dipergunakan oleh saksi untuk memberi keterangan yang tertentu;
d. cara hidup dan kesusilaán saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya dapat mempengaruhi dapat tidaknya keterangan itu dipercaya.

(7) Keterangan dari saksi yang tidak disumpah meskipun sesuai satu dengan yang lain tidak merupakan alat bukti namun apabila keterangan itu sesuai dengan keterangan dari saksi yang disumpah dapat dipergunakan sebagai tambahan alat bukti sah yang lain.

Pasal 186
Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang pengadilan.

Pasal 187
Surat sebagaimana tersebut pada Pasal 184 ayat (1) huruf c, dibuat atas sumpah jabatan atau dikuatkan dengan sumpah, adalah:

a.berita acara dan surat lain dalam bentuk resmi yang dibuat oleh pejabat umum yang berwenang atau yang dibuat di hadapannya, yang memuat keterangan tentang kejadian atau keadaan yang didengar, dilihat atau yang dialaminya sendiri, disertai dengan alasan yang jelas dan tegas tentang keterangannya itu;

b.surat yang dibuat menurut ketentuan peraturan perundang-undangan atau surat yang dibuat oleh pejabat mengenal hal yang termasuk dalam tata laksana yang menjadi tanggung jawabnya dan yang diperuntukkan bagi pembuktian sesuatu hal atau sesuatu keadaan;

c.surat keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasarkan keahliannya mengenai sesuatu hal atau sesuatu keadaan yang diminta secara resmi dan padanya;

d.surat lain yang hanya dapat berlaku jika ada hubungannya dengan isi dari alat pembuktian yang lain.

Pasal 188
(1) Petunjuk adalah perbuatan, kejadian atau keadaan, yang karena persesuaiannya, baik antara yang satu dengan yang lain, maupun dengan tindak pidana itu sendiri, menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana dan siapa pelakunya.

(2) Petunjuk sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat diperoleh dari ;
a.keterangan saksi;
b. surat;
c.keterangan terdakwa.

(3) Penilaian atas kekuatan pembuktian dari suatu petunjuk dalam setiap keadaan tertentu dilakukan oleh hakim dengan arif lagi bijaksana, setelah ia mengadakan pemeriksaan dengan penuh kecermatan dan kesaksamaan berdasarkan hati nuraninya.

Pasal 189
(1) Keterangan terdakwa ialah apa yang terdakwa nyatakan di sidang tentang perbuatan yang ia lakukan atau yang ia ketahui sendiri atau alami sendiri.

(2) Keterangan terdakwa yang diberikan di luar sidang dapat digunakan untuk membantu menemukan bukti di sidang, asalkan keterangan itu didukung oleh suatu alat bukti yang sah sepanjang mengenai hal yang didakwakan kepadanya.

(3) Keterangan terdakwa hanya dapat digunakan terhadap dirinya sendiri.

(4) Keterangan terdakwa saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa ia bersalah melakukan perbuatan yang didakwakan kepadanya, melainkan harus disertal dengan alat bukti yang lain.